Untuk mendukung usaha yang di lakukan oleh para difabel di bidang konpeksi, Endri’s Foundation  melalui Anak yayasanya yaitu Lombok Disability Centre menyalurkan beberapa unit mesin jahit kepada para difabel di Lombok timur dan Lombok tengah. Bantuan ini berasal dari sumbangan seorang perempuan dari New Zeland Mama Collen.

 

Salah satu difabel yang mendapatkan bantuan mesin jahit adalah Yono dedy wirabowo asal sikur Lombok timur. Laki laki asal kelahiran demak 1982 yang menikah dengan sesame difabel asal sikur yaitu Ratna Jauhari ini sudah puluhan tahun bergelut di bidang menjahit. Bersama istrinya yang sama sama alumni solo tahun 2009-2010 mereka membuka usaha menjahit kecil kecilan.

Dengan menempati ruangan yang sangat sempit yaitu 2 kali 2 meter suami istri ini mencoba bertahan di bidang konpeksi. Karena hanya itu keahlian yang di miliki. Namun mereka tetap sabar dan tekun mengeluti pekerjaan itu demi menghidupi keluarganya.

 

Banyak liku liku selama menggeluti pekerjaan ini. Walaupun difabel ( cacat ) namun tak jarang mereka menemukan hal hal yang menyedihkan dalam melayani para pelanggannya. Mereka kadang di upah dengan beras, kadang juga di kasi ubi. Namun mereka tetap menerimanya karena itulah rejekinya. Bahkan di saat di utangi juga mereka tetap menerima dengan sabar.

 

Berkat keuletan dan kesabarannya ini, Dedy dan istrinya bisa bertahan membuka usaha menjahit sampai hari ini. Mereka berdua punya keinginan untuk merekrut pekerja dari kalangan para difabel di saat ada orderan banyak, namun jarang sekali teman temannya sesame difabel yang mau dengan berbagai alasan. Namun kata dedy kebanyakan teman temannya ini malas untuk kerja mungkin tempat domisili yang jauh sementara mereka untuk datang ke tempat dedy tak punya kendaraan. Sekarang dedy terkadang harus mengantar ke rumah teman temannya supaya mereka tetap mau mengikuti jejaknya membuka usaha menjahit.

 

Saat ini dedy bisa memperkerjakan 2 irang difabel walau harus sibuk bolak balik menhantarkan bahan yang perlu di jahit. Tentu ini membuat kosnya semakin tinggi. “Namun taka pa, yang penting teman teman mau kerja untuk menambah penghasilan mereka. “ Kata dedy

Harapan dedy kedepannya bisa membuat tempat yang lebih besar untuk tempatnya bekerja biar tak terlalu sempit seperti saat ini. Di sisi yang lain dedy juga punya keinginan mempunyai mesin 2 lagi supaya bisa menampung teman temannya yang ingin ikut kerja sama dia di rumahnya supaya tak lelah bolak balik mengantarkan mereka bahan yang mau di jahit.

 

Dengan penuh rasa terima kasih kepada tim Lombok Disability Centre yang mengantarkan mereka mesin jahit, dia berharap Lombok Disability Centre ini tetap menjadi pengayom teman teman mereka sesame difabel supaya bisa hidup mandiri.