Komunitas Satu Hati Asal Klaten Jawa Tengah sudah tiga hari ini melakukan kegiatan pembagian tongkat Stenlis kepada Difabel pulau Lombok NTB. Mereka sudah 3 hari keliling Lombok mulai dari Lombok tengah, Lombok timur, Lombok barat dan Lombok utara untuk membagikan tongkat stenlis buat mereka para Difabel daksa yang tersebar di pulau Lombok ini.

Sebelum ini, komunitas Satu Hati ini juga hadir untuk membantu difabel korban gempa di Lombok Utara berupa alat bantu seperti tongkat ketiak, WC Portabel, Wellker dan kursi roda. Komunitas ini memang pokus di alat bantu supaya para difabel bisa lebih leluasa beraktifitas sehari hari.

 

Komunitas Satu Hati bekerja sama dengan Divisi Difabel Endri,s Foundation yaitu Lombok Disability Centre ( LDC ) berkomitmen tetap memperhatikan kebutuhan difabel terutama dalam hal pengadaan alat bantu jalan. Sebagai Ketua LDC, Lalu Wisnu Pradipta tentu sangat berterima kasih kepada pimpinan Komunitas Satu Hati yaitu Ibu Nina Kusumawati dan Suaminya Pak Budi.

Ibu Nina Kusumawati yang sehari harinya berjalan dengan Kedua Tongkat karena amputasi kaki kanan akibat kanker tulang, terus berupaya bagamana caranya supaya para difabel mendapatkan alat bantu yang berkwalitas dan tahan lama. Di bantu oleh pak budi, suaminya yang juga penguna tongkat karena amputasi kaki kiri akibat kecelakaan, beliau membuat tongkat ketiak dari bahan Stainlist yang lebih kuat dan awet.

 

Setelah ini hubungan dengan Endri,s Foundation melalui Divisinya Lombok Disability Center akan terus membangun komunikasi untuk bergerak bersama sama di bidang bantuan alat bantu berjalan khususnya buat difabel daksa. ( WS )