Sudah sepuluh hari gempa melanda pulau Lombok dan sekitarnya. Puncak gempa terjadi hari minggu jam 19:45 membuat Susana semakin mencekam. Terlebih kerusakan yang di akibatkan oleh gempa saat ini hampir merata di beberapa tempat.

 

Lombok utara sebagai pusat gempa yang berkekuatan 7.0 SR tersebut paling parah karena hampir 90% hunaian warga rusak berat tak bisa di huni lagi. Masyarakat sampai hari ini terus menjerit memohon bantuan terutama bantuan air bersih dan bahan makanan. Di beberapa titik yang berada di pelosok tak terjangkai karena jalan putus. Mereka terosilir di daerah yang jauh di dalam sehingga bantuan tak berhasil menjangkaunya.

 

Untuk saat ini air minum seperti emas yang terus di perebutkan oleh para pengungsi. Bahkan ada di antara mereka tak takut untuk mengahadang mobil bantuan hanya sekedar untuk mendapatkan pasokan air dan makanan. Di beberapa lokasi took para penjual air bahkan di jarah warga untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

 

Endri’s Faoundation yang lahir di KLU tak mau tinggal diam melihat masalah ini. Mereka terus melakukan kordinasi dengan semua team di lapangan. Selasa 7/8 mereka menyalurkan langsung 1000 dus air mineral untuk kebutuhan sebagian para pengungsi. Mereka bersama para relawan yang terus memantau kondisi dan keadaan di tengah tengah masyarakat terus bergerak membantu mereka yang membutuhkan Air minum.

 

Di beberapa titik KLU dan Lombok barat Yayasan Endri’s Foundation mendirikan Dapur umum untuk melayani para korban gempa dan para relawan yang berusaha membantu membersihkan puing puing bekas bencana. Beberapa korban juga mereka epakuasi dan mencoba memberikan pertolongan pertama bersama team mereka yang kebetulan adalah dari kalangan para Dokter dan perawat. Segala jenis obat obatan mereka siapkan untuk keperluan para relawan yang menangani para pengungsi.

 

Sampai saat ini sudah 2.000 dus air minum di salurkan. Namun karena banyaknya kebutuhan, 2.000 dus hanya bisa bertahan cumin 1 hari. Yayasan Endri’s Foundation tak akan bisa untuk melayani semua masyarakat. Untuk itu, Endri’s Susanto sangat mengharapkan semua elemen masyarakat di luar daerah harus turut memperhatikan masalah ini sebagai rasa persaudaraan sebangsa setanah air. (ws)