Sejak terjadinya gempa berkekuatan 7,0 SR,terjadi pada minggu jam 19:45 lalu,  banyak pasilitas umum rusak berat. PDM dan Listrik sampai sekarang tak berpungsi sama sekali. Padahal kedua pasilitas ini sangat di butuhkan oleh korban bencana gempa yang masih mengungsi di sekitaran rumah mereka.

 

Dengan tak adanya kedua pasilitas tersebut, seluruh wilayah di kabupaten termuda di NTB tersebut gelap gulita layaknya sebuah kota mati. Masyarakatpun menjadi susah melakukan komunikasi dengan para kerabatnya yang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Begitu juga dengan matinya air PDM membuat sebagian masyarakat tak pernah menyentuh air sama sekali walau hanya untuk mencuci muka.

 

Daerah daerah yang di tinggalkan oleh penghuninya sangat rawan dengan aksi tak bertanggung jawab  oknum oknum yang menfaatkan situasi yang gelap ini untuk melakukan aksi pencuria baik itu ternak, sepeda motor dan barang banrang berharga lainya. Masyarakat butuh kekompakan untuk menjaga wilayah masing masing.

 

Di beberapa daerah, banyak warga yang kehilangan sepeda motor dan ternak di saat masyarakat panic dan berusaha menyelamatkan dirinya ke tempat yang aman. Sementara aparat keamanan sangatlah minim untuk membantu masyarakat menjaga harta benda mereka yang di tinggalkan di puing puing rumah mereka yang ambruk.

 

Sebagaian dari mereka mencoba membuat api unggun di beberapa titik untuk penerangan sekaligus untuk menghangatkan badan dari cuaca kaki pegunungan yang sangat dingin. Mereka terus berkoordinasi dengan sesame pengungsi untuk melakukan ronda secara bergiliran sambil memantu situasi dan keadaan jikalau ada gejala gempa susulan. (ws)