Musibah gempa yang melanda pulau Lombok mendapat simpati dari berbagai lembaga dan komunitas dan kalangan masyarakat. Bantuan terus mengalir dari berbagai arah. Terlebih setelah gempa susulah yang lebih dahsyat dari gempa sebelumnya.

Sebagai Yayasan yang berpusat di Kabupaten Lombok Utara, Yayasan Endri’s Foundation menjadi ujung tombak di daerahnya untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat. Bersama ratusan relawanya mereka terus melakukan penyisiran di wilayah KLU dan Lombok timur sambil membawa bantuan sembako dan keperluan lainya. Mereka siang dan malam terus saling koordinasi dengan pihak terkait untuk melihat dan memantau situasi masyarakat secara langsung.

 

Dengan terjadinya gempa susulan 5 agustus jam 19:45 semalam yang membuat kantor Yayasan Endri’s Foundation roboh, Endri Susanto sebagai pimpinan yayasan sempat Shok dan sedikit trauma. Terlebih rumahnya juga rata dengan tanah dan keluarga besarnya menjadi korban. Namun sebagai anak daerah yang merasa punya tanggung jawab yang besar buat daerahnya, Endri Susanto tak mau terlalu terbawa dengan emosinya yang sempat terguncang. Beliau langsung memerintahkan beberapa Staf yayasan dan semua relawan untuk turun langsung menelusuri kembali daerah gempa.

Bukan hanya kantor Yayasan Endri’s Foundation saja yang hancur, hampir semua rumah relawanya hancur dan rusak parah. Bahkan ada beberapa keluarga relawanya yang meninggal sebagai korban gempa yang berkekuatan 7,0 SR ini.

 

Dengan mengunakan beberapa mobil Yayasan, 4,8 ton beras dan berbagai kebutuhan seperti terpal, selimut, Air mineral dan kebutuhan lainya seperti obat obatan langsung di salurkan ke sasaranya dan juga untuk menyuplai kebutuhan Dapur umum yang sudah di dirikan di berbagai titik sejak pertama kali musibah ini datang seminggu yang lalu.

 

Kebutuhan Pengungsi yang paling di butuhkan Saat ini.

 

Pengungsi saat ini 100% belum berani pulang ke rumahnya masing masing dan masih bertahan di pengungsian yang mereka bikin sendiri. Masih banyak warga yang tidur beralaskan apa adanya tanpa atap sama sekali. Mereka masih membutuhkan banyak tenda dan selimut. Begitu juga dengan jarring nyamuk, karena di antara mereka banyak para Lansia dan bayi yang ikut mengungsi.

 

Untuk keperluan bayi seperti Susu, pampes dan beberapa jenis obat obatan juga masih banyak di butuhkan. Ini karena para ibu menyusi masih trauma sehingga menggangu repoduksi ASI mereka. Sementara kebutuhan yang lainya adalah Air bersih dan makanan siap saji. (ws)