Bencana gempa yang berkekuatan 6,4 SR yang menimpa Lombok timur bagian utara dan Kabupaten Lombok Utara sudah 3 hari berlalu. Bantuan dan pertolongan berdatangan dari berbagai daerah. Begitu juga dengan yayasan dan berbagai lembaga sosial yang ada di pulau Lombok cepat tanggap bergandeng tangan membantu korban.

Di antara komunitas dan lembaga yang bergerak membantu korban gempa itu, ada sesuatu yang Nampak berbeda. Seorang Difabel pengguna kursi roda terlihat sejak hari pertama mecoba mengkoordinir teman temanya sesame difabel bahkan yang non difabel untuk melakukan penggalangan dana di lampu merah. Beberapa komunitas juga tergabung dalam satu komando sang difabel.

 

Walau hanya menjadi tukang orasi melalui pengeras suara, namun cukup menjadi perhatian pengguna jalan. Donasipun terus mengalir kedalam kotak kotak yang di bawa oleh teman teman mereka yang normal dari berbagai komunitas tersebut. Kegiatan itu berjalan lancer dan berhasil mengumpulkan dana 5 juta dalam waktu beberapa jam saja.

Hari ini, selasa 31 Juli 2018 sudah 3 hari gempa itu berlalu dan masih menyisakan trauma di tengah tengah masyarakat. Bantuan yang sudah terkumpul segera di bagikan ke berbagai posko yang sudah di bentuk oleh masyarakat sekitar. Sang Difabel pengguna kursi roda kembali hadir di tengah tengah para korban bersama beberapa rombonganya yang non Difabel. Dialah Ketua Difabel Endri’s Foundation, Lalu Wisnu Pradipta.

 

Untuk mencapai puncak sembalun bukan hal yang mudah bagi seorang Difabel pengguna Sepeda motor roda tiga, namun Maiq Wisnu ( Biasa Dia di panggil ) pantang menyerah sebelum mencoba. Apa lagi ini masalah kemanusiaan yang terjadi di kampong halamanya Lombok timur. Tanjakan yang tinggi dan panjang berhasil di lalui, begitu juga dengan turunan yang curam di lalui tanfa ragu. Walau sepeda motornya penuh dengan barang donasi, namun motor roda tiganya melaju dengan kencang menembus dinginya pegunungan Rinjani.(ws)