Sudah dua malam ini para pengungsi harus menahan dinginya puncak kaki gunung rinjani Karena masih trauma dengan gempa susulan. Seperti di malam kedua ini, gempa susulan terjadi sekitar 5 kali.

 

Cuaca dingin yang menusuk tulang terpaksa di tahan demi menjaga keselamatan masing masing. Mereka terus bertahan di luar rumah masing masing. Sebagian dari mereka bertahan di tenda tenda darurat. Anak anak dan lansia terus di data supaya mendapat perhatian lebih karena rentan dengan penyakit. Sementara itu cuaca masih tak menentu sehingga membuat keadaan semakin memrihatinkan.

Untuk meninggalkan lokasi rumahnya mereka masih ragu karena ada isu para penjarah yang berkeliaran di lokasi gempa. Sejak malam pertama para oknum tak bertanggung jawab selalu mengintai harta benda para korban gempa terutama rumah rumah yang di tinggalkan para penghuninya. Hal inilah yang membuat para pengungsi enggan untuk tidur ke tempat yang sudah di siapkan untuk para pengungsi.

 

Sementara itu, untuk logostik keperluan para pengungsi, Team Reaksi Cepat Yayasan Endri’s Foundation sejak semalam sudah menyiapkan sebanyak 2 mobil untuk di bawa ke beberapa titik bencana seperti Sambalia, obel obel, Suela, Sembalun dan beberapa titik di KLU. Beberapa relawan akan di terjunkan untuk membuka dapur umum dan posko tanggap bencana alam.

 

Keperluan pengungsi yang paling di perlukan saat ini selain bahan makanan dan minuman adalah selimut dan kelambu nyamuk untuk bertahan dari ganasnya cuaca kaki gunung rinjani dan untuk bertahan dari serangan nyamuk. Sementara untuk obat obatan juga masih banyak di butuhkan terutama obat batuk dan lainya. (ws)