Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang pulau Lombok pada minggu pagi memakan korban cukup banyak. Menurut info yang kita dapat dari beberapa rekan wartawan yang terjun langsung di lokasi kejadian yaitu sembalun, obel obel dan sekitarnya, 14 orang meninggal dunia dan ada 5 orang di antaranya adalah anak anak.

 

Gempa yang cukup besar dan lama ini di susul dengan hampir 133 gempa susulan yang membuat ribuan masyarakat tak berani tinggal di dalam rumahnya karena takut dan trauma dengan gempa susulan. Mereka bertahan di luar rumah dan mencari tanah lapang supaya aman dari gempa susulan. Banyak di antaranya hanya beralas terpal seadanya tanpa atap sebagai tempat tinggal sementara. Mereka juga banyak yang terpasa tidur di pinggir jalan.

 

Korban terus berjatuhan terutama korban patah tulang yang terimpa bangunan rumah. Mereka saat ini masih di rawat di tenda tenda darurat yang di siapkan oleh relawan dan Tim TRC PNPB Nusa tenggara barat. Selain itu berbagai komunitas yang ada di Lombok turut serta membantu pihak terkait untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Salah satu dari mereka adalah Team Endri’s Foundation. Bahkan Divsis Difabel dari yayasan yang terdiri dari berbagai difabel yang ada di Lombok juga tak mau ketinggalan untuk terjun langsung ke lapangan lokasi bencana.

 

Sejak siang hari para komunitas yang ada di Lombok melakukan kegiatan penggalangan dana di berbagai wilayah di mataram untuk mengumpulkan donasi yang akan mereka sumbangkan ke korban bencana. Anak anak HOB, Pisak Bersatu, Lentera Tanpa Batas dan komunitas Vespa Lombok juga berkumpul jadi satu untuk sama sama membantu korban bencana.

 

Setelah team Endri’s Foundation tanggal 29 juni terjun langsung ke lapangan untuk membawa bantuan tahap pertama sekaligus untuk memantau situasi dan lokasi langsung di lapangan, Besok tgl 31 juga akan berangkat team kedua dari Divisi Difabel bersama team dari Harapan Baru Lombok untuk membawa bantuan tahap kedua sekaligus akan membuka Dapur Umum di 2 titik dan Posko Penanggulangan Bencana di Sambalia dan sembalun.

 

Komunikasi dan pendataan korban gempa sampai saat tetap berlanjut untuk memantau segala kebutuhan korban bencana. Di sisi yang lain dim SAR dan TNI masih terus mencari para wisatawan yang terjebak di Lokasi Taman Gunung Rinjani. Menurut info yang kita dapat adan sekitar 500 orang yang masih belum bisa di evakuasi karena terhalang tanah longsor di jalur pendakian.

 

Sementara itu korban dari para pendaki untuk saat ini adan 2 orang korban meninggal. Salah satu dari mereka adalah Wisatawan Manca Negara asal Malaysia. Sedangkan yang satunya adalah warga pulau Sumbawa. Kedua korban tersebut sudah berhasil di evakuasi oleh team SAR di bantu oleh masyarakat sekitar. (ws)