Gempa yang yang meluluh lantakan sebagian Lombok Timur dan KLU itu menyisakan duka yang cukup mendalam bagi para keluarga yang terkena musibah terutama keluarga yang meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan.

 

Mereka sampai hari ini masih bertahan di tenda tenda darurat yang di sediakan. Ada juga yang terpaksa harus tidur beralaskan terpal apa adanya di halaman rumah mereka masing masing sambil menjaga harta benda mereka yang masih ada di dalam rumahnya. Ini untuk menjaga kemungkinan ada oknum oknum yang menfaatkan kepanikan masyarakat yang terkena musibah.

Team Aksi Cepat Tanggap Yayasan Endri’s Foundation yang di pimpin langsung eleh Presiden Direkturnya, Endri Susantu langsung berangkat membawa bantuan keperluan darurat yang di butuhkan para korban Gempa. Melalui KLU mereka menelusuri daerah daerah bencana yang ada di kayangan Lombok utara, sembalun Lombok timur sampai ke Obel obel. Mereka mencoba mendata dan memantau kebutuhan apa saja yang di butuhkan oleh para korban.

 

Sebagai ketua PMI Lombok Utra, Endri Susanto juga belakukan kordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Sosial Lombok Utara untuk mengkondisikan para korban supaya cepat di tangani terutama masalah persiapan obat obatan dan peralatan medis lainnya.

Untuk Sementara Ini, korban luka berat dan ringan masih di tangani di tenda tenda perawatan yang di siapkan Tim Medis untuk menghindari gempa susulan. Sementara yang patah tulang cukup parah langsung di rujuk ke rumah sakit terdekat dan RSUP Mataram. Team Ortopedi dari RS Sanglah Bali juga turun tangan membantu saking banyaknya korban patah tulang.

 

Untuk memaksimalkan penanganan di lapangan, Tim Endri’s Foundation membangun 5 posko dan 2 dapur umum di berbagai titik. Suplai kebutuhan bahan pokok para pengungsi akan terus di pantau dan di salurkan untuk memastikan kebutuhan para pengungsi korban gempa tetap terpenuhi (WS)