Setelah di berangkatkan seminggu yang lalu oleh Divisi Difabel Yayasan Endri’s Faoundation, 14 Difabel asal Lombok mulai mendapatkan pelayanan Fiting kaki palsu di Yayasan Puspadi Bali sejak hari senin tanggal 9 lalu. Dari 5 orang yang di layani dalam tahap awal, 2 orang di antaranya sudah di perbolehkan pulang ke Lombok atas nama Issrafudin asal Sembalun Lombok Timur dan Syamsudin dari Praya Lombok Tengah.

 

Saat ini yang masih menjalani pelayanan dalam tahap awal ini tinggal 3 orang yaitu Umami Sahroni, Suhardiman dan Rizky Aditya. Ketiga difabel ini semuanya dari Lombok tengah dan kalau pelatihan penggunaan kaki palsunya berjalan lancer akan di pulangkan hari selasa tanggal 17 juni. Mereka saat ini masih menjalani pembimbingan untuk belajar penggunaan kaki palsunya di Annika Linden Centre ALC sebagai tempat kantor pelayanan Puspadi Bali.

 

Setelah pelayanan tahap awal ini selesai, akan ada lagi pelayanan tahap kedua yang akan di berangkatkan dari Lombok nanti pada hari minggu tanggal 15 juni oleh team Yayasan Endri’s Foundation. Mereka ada 4 orang yaitu pak Unsu Idris dari kopang Lombok tengah, Baiq Narti dari pujut Lombok tengah, M. Ridwan Dari Lombok Timur dan pak udin dari sembalum Lombok Timur.  Sedangkan 2 orang kliens atas nama Niar Kartika dan Marinah yang masuk dalam pelayanan tahap kedua sudah berada di bali sejak seminggu yang lalu.

 

Selain 6 orang yang akan mendapatkan pelayanan kaki palsu dalam tahap kedua ini, ada 4 orang yang tak bisa hadir karena sesuatu alasan sehingga akan di agendakan untuk pelayanan tahap ketiga nanti. Mereka berempat adalah pak Lazer kause dari Lombok barat, Pak Untung dari Lombok Barat dan pak Kusmayadi dari Lombok Timur. Sementara untuk Mashuri akan mendapatkan pelayanan nanti ketika ada pelatihan Ragby.

 

Kelima belas orang ini bisa mendapatkan pelayan fiting/pengepasan kaki palsu ini setelah sebelumnya 3 bulan yang lalu mendapatkan pelayanan pengukuran yang di adakan langsung oleh team Puspadi bali yang bertempat di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Dalam kesempatan itu, selain melayani pengukuran kaki palsu buat 15 orang tersebut, Puspadi Bali juga melayani Assesment/pengukuran untuk para Difabel yang akan mendapatkan Kursi roda yang layak untuk berkatifitas sehari hari sesuai kebutuhanya. Ada seratus lebih kliens kursi roda yang terlayani waktu itu dan saat ini masih dalam proses di UCP Jogjakarta sebagai pratner kerja Yayasan Puspadi Bali dalam hal pelayanan Kursi Roda. (ws)