Even tahunan Bali Cup Basket Kursi yang di laksanakan oleh Bali Sport Foundation (BSF) kali ini di ikuti oleh 4 negara  yatu Malaysia, Kambodia, Banglades, dan Singapura. Even yang di ikuti oleh team putra dan putri ini di buka dan di mulai pada minggu,8 Juni jam 10 pagi tadi dan pada pertandingan perdana langsung di awali dengan pertandingan antara team Putri Indonesia VS Bangaldes.

 

Dalam even kali ini team atlet Putri Indonesia di wakili oleh 4 atlet basket kursi roda dari Lombok yaitu Niar Kartika, Magdalena, Marinah dan Damayanti. Sedangkan Team Putra yang mewakili Indonesia adalah Mukti Hadi. Mereka berlima bisa mewakili Indonesia karena selama ini mereka sudah di bimbing dan di beri pasilitas untuk berlatih oleh BSF.

Team basket kursi roda yang bernaung melalui Lombok Adil Sport (LAS) memang sejak 1 tahun terakhir aktif berlatih di gelanggang basket milik Bank BRI Lombok tengah 3 kali dalam seminggu. Selain menekuni olah raga basket, rata rata mereka sudah mempunya pekerjaan sendiri untuk menopang ekonomi mereka dan keluarga sehingga mereka bisa menyisihkan waktunya untuk olah raga basket ini. Di sisi yang lain, mereka juga tergabung dalam Yayasan Endris Foundation sebagai wadah untuk saling berbagi keterampilan dan saling membimbing antar difabel menuju sebuah kemandirian.

 

Niar kartika selain di LAS adalah Bendahara Divisi Difabel Yayasan Endris Foundation. Dia aktif bergerak ke lapangan untuk mendata para difabel yang memburtuhkan alat bantu seperti kursi roda, tongkat dan kursi roda, sementara Mukti Hadi selain aktif di bengkel elektonik yang dia kembangkan sejak masih muda dulu, dia juga adalah ketua LAS dan Bagian pemberdayaan Difabel di Divisi Difabel. sementara Magdalena masih menjadi angota LAS dan EF.

 

Mereka menekuni olah raga basket kursi roda ini selain karena ingin mencari kesehatan melalui olah raga, mereka juga termotovasi dengan adanya pertandingan pertandingan antar Negara seperti Even Bali Cup ini.

“ Kami selain mendapatkan tubuh yang sehat, kami juga bisa berinteraksi dengan teman teman difabel antar Negara melalui pertandingan seperti ini. Kami jadi banyak belajar ke mereka tentang olah raga dan kekompakan baik itu dalam kehidupan sehari hari maupun di dalam arena “ terang Mukti Hadi.

 

Sementara itu Niar Kartika yang sudah ikut bertanding sampai Thailand ini berkata, “ saya bangga bisa ikut bermain bersama orang orang hebat yang sudah terlebih dahulu berkecimpung di dunia olah raga seperti teman teman kita yang dari Bali. Semoga kedepanya di Lombok lahir atlet atlet Difabel yang akan mewakili NTB di kencah nasional maupun international walaupun untuk saat ini hal itu sangat mustahil karena kita tak di dukung oleh NFC NTB” jelasnya. “ Bahkan Banyak Atlet difabel kita yang dari NTB Justru mewakili daerah lain karena di NTB sendiri mereka seperti tak di beri peluang “ sambungnya. (ws)