Pelayanan Difabel mengenai alat bantu akses mobilitas berupa kursi roda dan alat bantu lainnya selama ini masih sangat minim di berikan oleh pemerintah. Mereka para Difabel terutama yang berdomisili jauh dari pusat pemerintahan seperti pulau pulau luar masih jarang tersentuh oleh bantuan bantuan seperti itu. Kalau kita cermati boleh di bilang semua daerah di pelosok nusantara ini sama dalam hal pelayanan. Begitu juga dengan Labuan Bajo yang cukup jauh dari Kupang sebagai pusat pemerintahan Nusa Tenggara Timur.

 

Melihat panomena ini, Presiden Endri’s Foundation, Endri Susanto mencoba melakukan sesuatu untuk melayani para Difabel di daerah Labuan Bajo sejak beberapa hari yang lalu. Bersama beberapa relawan Endi’s Foundation yang sudah ada di sana, Endri Susanto melakukan kegiatan pelayanan/penyaluran beberapa Kursi Roda tan tongkat ketiak buat mereka yang membutuhkan terutama buat Difabel yang masih berusia rata rata di atas 10 tahun. Ini tak terlepas dari kerja sama antara masyarakat yang peduli Difabel di daerah tersebut seperti Pak Andi Dan ibu Ani.

 

Selain melakukan kegiatan penyaluran kursi roda, Endri’s Foundation juga melakukan kegiatan pendampingan buat masyarakat kurang mampu untuk melakukan pengobatan terutama yang menderita penyakit kronis seperti kanker. Beberapa pulau yang ada di sekitaran Labuha Bajo di telusuri bersama relawan Endri’s Faoundation untuk mengecek keadaan mereka sebelum melakukan tindakan perawatan ke rumah sakit terdekat.

 

Perjuangan yang di lakukan oleh Endri Susanto sebagai Presiden EF cukup sulit. Selain menghadapi medan yang jauh di pelosok, Endri Susanto rela meninggalkan keluarganya di Lombok Nusa Tenggara Barat, terlebih putra semata wayangnya lagi sakit. Namun demi sebuah pengabdian kemanusiaan beliau terus merambah daerah daerah terpencil tersebut hanya untuk memberikan sebuah pelayanan kepada masyarakat yang kurang mampu. Tentu hal ini harus mendapat respond an apresiasi dari semua kalangan baik itu masyarakat setempat dan pemerintah terkait.

 

Dalam kesempatan ini Endri Susanto juga melakukan kunjungan ke daerah Manggarai barat untuk bertemu dengan beberapa Difabel dan mengajak mereka bermain atau berwisata ke pantai untuk sekedar represing menghilangkan kejenuhan setelah selama ini terkukung oleh keadaan yang penuh keterbatasan baik secara pisik maupun keterbatasan pergaulan kerena tak mempunyai alat bantu akses.

Melihan keadaan yang cukup memprihatinkan di daerah tersebut, Endri Susanto yang memeng sejak lama sudah mendirikan cabang di Labuan Bajo lebih memantapkan masalah tersebut dengan pembentukan kepengurusan Cabang Endri’s Foundation Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pembangunan sekertariat yang bertempat di Labuan Bajo. Ini di lakukan supaya kegiatan kegiatan Enri’s Foundation lebih terkoordinir dan terarah untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu terutama yang terkena penyakit kronis/Kanker maupun masyarakat Difabel dan lainya. (ws)