Kemandirian seorang difabel bukan terhalang oleh kondisi pisik yang penuh keterbatasan. Sejauh masih punya kemauan dan tekad yang kuat, maka mereka bisa mandiri baik itu secara berkelompok maupun secara individu.

 

Diana Mardi misalnya, dia yang terlahir menjadi seorang difabel ini tak pernah merasa putus asa untuk belajar dan belajar demi meraih mimpinya untuk membahagiakan orang tuanya dalam bentuk sebuah kemandirian biar tak membebani orang tuanya. Segala usaha untuk meraih mimpinya pernah dia lakukan. Bahkan Diana pernah mecoba merantau ke semarang untuk bekerja di sebuah konveksi. Namun Diana harus kembali setelah bertahan selama 6 bulan karena orang tuanya meninggal.

 

Selain ke semarang, Diana juga pernah mengikuti pelatihan Shop Skill di Yayasan Puspadi Bali selama 3 bulan. Di sana Diana di gembleng mejadi seorang difabel yang bermental kuat untuk meraih mimpinya supaya mandiri. Pelatihan itu membuat jiwa kewirausahaan Diana tumbuh semakin kuat sehingga sepulangnya dari Bali Diana lalu bergabung di sebuah Bank Sampah yang ada di kota mataram.

 

Dengan penuh percaya diri Diana mampu menjadi seorang tenaga instruktur di bidang kerajinan dari bahan bekas atau sampah. Kerajinan yang Diana hasilkan mulai dari tas yang terbuat dari bekas bungkus kopi sampai bros bros cantik dari limbah botol plastic.

 

Saat ini Diana libur dari tempat kerjanya selama sebulan karena menyabut pulan puasa. Diana yang terbiasa bekerja tak mau berdiam diri di rumah begitu saja. Waktu liburnya dia isi dengan cara membuat bros dari limbah plastic lalu di jual melalui media sosial yaitu Facebook. Kegiatan yang Diana lakukan ini mendapat respon positif dari masyarakat sehingga sudah mulai banyak yang memesan. Bahkan Diana baru baru ini menerima orderan 30 Pcs bros dari limbah plastic.

“Alhamdulillah bang, lumayan buat belanja lebaran. Ketimbang nganggur mending kerjakan apa yang bisa Diana kerjakan di rumah. Sekalian untuk menghilangkan suntuk” kata Diana waktu di kunjungi oleh Tim Pemberdayaan Difabel yayasan Endri’s Foundation, Niar Kartika. (WS)