Setelah Sebelumnya Salah Satu Staf Presiden, Sunarman Sukamto meninjau pasilitas berdimensi ramah HAM dan Difabel, Kali ini kantor Imigrasi Klas I Mataram mendapat Kunjungan dari Kepala Koordinator Staf Khusus Wakil Presiden Pak H.M Alwi Hamu untuk meninjau kembali pasilitas tersebut.

 

Dalam sambutanya, H.M Alwi Hamu sangat mengapresiasi inovasi yang di lakukan oleh Imigrasi Klas I Mataram ini.

” Terobosan terobosan seperti ini adalah suatu hal yang positif untuk kemajuan sebuah instansi dalam melayani masyarakat secara baik dan berkwalitas “ Kata H.M Alwi dalam sambutanya. “ Dan sepatutnya ini bisa menjadi contoh buat instansi public supaya lebih memperhatikan kwalitas demi kenyamanan dan keamanan masyarakat yang membutuhkan pelayanan “ sambungnya.

 

Sementara itu, Dudi Iskandar selaku kepala Imigrasi Kelas I Mataram dalam sambutanya mengatakan, prosudur pelayanan di Imigrasi Mataram ini tetap sama sesuai SOP yang selama ini di terapkan, namun yang membedakanya adalah ruang dan pasilitas yang sengaja di pisah untuk kenyamanan masyarakat yang mau mengurus paspornya.

“ Kita berusaha untuk member sebuah kenyamanan dan kemudahan dalam pelayanan buat para lansia, ibu hamil dan menyusi, juga khusus buat para Difabel “ terangnya. “ Kedepanya kita akan membuat sebuah tim pelayanan paspor di tempat yang akan langsung dating ke rumah warga yang mau mengurus paspor. Namun sekali lagi ini khusus buat masyarakat yang tidak bisa dating ke imigrasi “ lanjut Dudi Iskandar.

 

Dalam kesempatan tersebut Dudi Iskandar sedikit menyinggung keterlambatan program tersebut terkendala dengan pasilitas Mobil oprasional yang di janjikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat TGKH Zainudin Abdul majid. Hal ini langsung mendapat respon dari pihak Gubernur yang di wakili oleh Staf Ahli bidang Hukum, ibu Hartina.

“ sepulang dari sini saya akan langsung menghadap ke Sekda supaya Hibah mobil tersebut segera dip roses demi lancarnya pelayanan untuk masyarakat “ janji ibu Hartina.

 

Berbeda dengan Pak Savial Akmily, beliau menyarankan bagaimana kedepanya ada salah satu atau dua orang staf yang di ambil dari para Difabel supaya pelayanan di imigrasi ini lebih memihak kepada kaum Difabel tersebut. Beliau juga sangat berharap bukan hanya kantor Imigrasi Mataram saja yang bisa melakukan hal ini. Terobosan ini juga bisa di contoh oleh instansi yang lain supaya apa yang tertera dalam UU Disabilitas segera mendapat respon dari semua kalangan.

 

Selaras dengan harapan dari tamu tamu yang hadir, Kepala Koordinator Staf Khusus Wakil Presiden, H.M Alwi Hamu juga sangat berharap inovasi seperti ini bisa di terapkan di kantor pelayanan public secara keseluruhan.

 

“ Demi memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, inovasi seperti ini harus mendapat apresiasi dari semua instansi. Dan inovasi-inovasi lainya juga perlu di kembangkan untuk mempermudah pelayanan itu sendiri “ tuturnya. (ws)