Yayasan Endri’s Foundation (EF) yang berdiri 4 tahun yang lalu terlahir dari tangan dingin seorang pemuda bernama Endri Susanto. Namun jarang yang tau orang yang menginspirasi Endri Susanto untuk terjun di dunia sosial adalah seorang bule dari Selandia Baru atau New Zeland. Beliau adalah Peter David Honey yang kebetulan pada waktu itu liburan ke Lombok.

 

Peter David Honey yang seorang pengusaha ini ternyata diam diam mengetahui kondisi Lombok yang pada saat itu masih banyak warga miskin yang sakit dan tidak mampu berobat secara layak ke rumah sakit. Hal inilah awal berdirinya Endri’s Foundation untuk membantu orang orang miskin yang sakit atau lebih di kenal oleh mereka dengan sebutan orang orang yang terlupakan.

Selama 4 tahun yayasan ini bergerak dari pelosok desa yang satu ke pelosok desa yang lain untuk melayani masyarakat yang sakit, Peter selalu membantu EF dengan support dengan cara menyambungak Endri susanto dengan para donator donator baik itu yang berada di Indonesia maupun yang berada di luar negri. Peter terkadang melakukan penggalangan dana melalui teman temanya sesama pengusaha New Zeland. Bahkan beliau juga melakukan lobi ke yayasan yang menyalurkan bantuan kursi roda buat para Difabel.

 

Selain Peter David Honey, ada Fiona Forrest yang berasal dari Australia. Wanita pengusaha dan tinggal di Jakarta ini sangat besar andilnya dalam membantu Endri Susanto untuk memenuhi kebutuhan orang orang yang di bantu oleh Yayasan EF. Selain menjadi pengusaha ternyata di Jakarta Fiona Forrest ternyata mempunyai yayasan yang bernama Fiona Bersatu. Karena sudah terbiasa bergerak di bidang sosial inilah kedua bule ini saling banhu membahu membantu masyarakat NTB bahkan NTT untuk penanganan kemiskinan dan kesehatan.

Pada kegiatan Harlah atau HUT Endri’s Foundation yang ke 4 ini, Peter Dan Fiona jauh jauh datang untuk sama sama merayakan hari jadi EF sambil membawa beberapa bantuan untuk orang orang yang terlupakan di Lombok ini. Mereka berdua adalah bagian dari yayasan EF yang tak bisa di lepaskan lagi. Mereka bahkan du juluki sebagai kakeknya yayasan EF karena yayasan ini terlahir dari ide ide yang menginspirasi Endri Susanto untuk membentuk yayasan ini 4 tahun yang lalu (ws)