Pemerintah masih setengah hati dalam melayani masyarakat dalam hal pengadaan kursi roda yang akses untuk masyarakat difabel yang aktif beraktipitas di luar rumah. Mereka hanya tau memberikan kursi roda tanpa mempertimbangkan apakah kursi roda itu layak atau tidak, apakah kursi roda itu aman untuk di pakai di luar rumah atau tidak. Pertimabangan pertimbangan seperti itu masih kurang di pikirkan.

 

Kebutuhan difabel itu harus di sesuaikan dengan kendisi pisik dan aktipitasnya. Lain jenis difabel maka kebutuhanya beda. Untuk difabel pengguna kursi roda begitu juga. Namun dalam pelayanan mereka di samakan. Kalau sudah seperti ini akan jelas sekali bahwa bantuan kursi roda yang di salurkan oleh pemerintah terutama dinsos tak akan tepat sasaran. Para penerima menfaat terkadang enggan menggunakan kursi roda yang di berikan karena sama sekali tak sesuai dengan kebutuhan mereka. Makanya kursi roda yang di salurkan oleh dinsos hanya menjadi pajangan di pojok ruangan. Bahkan ada juga yang di tumpuk begitu saja di luar rumah bersama barang rongsokan yang lainya.

 

Di saat masyarakat di berikan kursi roda yang salah, bukan hanya akan menjadi sia sia karena tak terpakai, tetapi akan sangat berbahaya jika terpaksa di gunakan. Kuri roda yang kebesaran akan membuat tulang lengan akan berubah dan menimbulkan rasa sakit jika terus di gunakan. Kadang kursi rodanya juga bisa terjungkan jika salah langkah ketika turun atau naik dari kursi roda tersebut. Atas dasar inilah sebuah yayasan dari bali mencoba memberikan pelayanan yang layak buat masyarakat difabel di NTB.

 

Untuk melayani masyarakat difabel yang membutuhkan alat bantu akses terutama kursi roda, Puspadi Bali sejak tahun 2012 sampai tahun 2018 telah melayani Lombok dan sumbawa dengan memberikan ratusan kursi roda dengan segala jenis sesuai kebutuhan masing masing difabel. Kursi yang mereka siapkan adalah kursi yang sebelumnya hasil dari Assesment pengukuran sebelum penyerahan alat bantu tersebut. Rough Rider untuk yang aktif di luar rumah, Kids Wheelchair untuk anak anak Celebral Palsi dan Harmoni untuk manula yang terkena struk.

 

Bekerja sama dengan Divisi Difabel yayasan Endri’s Foundation, 29-30 maret 2018 Puspadi Bali kembali mengadakan assesment pengukuran kursi roda di tiga kabupaten di NTB selama 2 hari.. Sasaran kali ini adalah lombok timur, lombok tengah dan lombok barat. Lebih 80 orang kali ini bisa di layani untuk mendapatkan kursi roda. Tak Cuma kursi roda, beberapa kliens yang membutuhkan kaki dan tangan palsu juga di layani.

 

Dengan full team kali ini Puspadi Bali menurunkan 12 orang tenaga assesment baik itu tenaga provider kursi roda maupun kaki palsu. Pelayanan yang mereka berikan adalah pelayanan maksimal sesuai standar kerja international yang selama ini mereka terapkan. Dengan mengedepankan kwalitas, mereka memberikan pelayan dengan baik.

 

Puspadi Bali yang berdiri 23 tahun silam tak pernah jenuh untuk mensosialisasikan supaya difabel mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan mereka. Mereka bukan hanya bicara melalui forum forum yang ada tetapi langsung mepratekan dengan cara memberikan pelayanan terhadap mereka yang membutuhkan. Bekerja sama dengan UCP Jogja mereka sudah melayani lebih dari 6.000 Difabel di indonesia bagian timur mulai dari Bali sampai ke papua. (ws)