Veny Lestari Dan Mardiana adalah seorang Difabel sejak lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Gadis gadis yang ramah ini bekerja di sebuah Bank Sampah di kota ampenan. Mereka datang dari kampungnya, lombok tengah hanya untuk mengadu nasip supaya bisa merubah hidupnya menjadi seorang Difabel yang mandiri.

 

Dengan niat mencari kemandirian, Veny Lestari (36) yang selama ini tak bisa jauh dari orang tuanya merantau ke kota mataram dan mencari peruntungan di sebuah Bank Sampah. Di sana Vany di didik menjadi seorang mengerajin yang harus mampu mengolah sampah plastik menjadi barang barang berharga seperti tas, nampan gelas dan lain lain. Dia bersama beberapa temannya sesama Difabel selalu bekerja sepenuh hati untuk mengasilkan kerajinan yang berkwalitas.

Perempuan tamatan SMA Darul Muhajirin Praya Lombok tengah ini, hanya punya cita cita yang sangat sederhana, yaitu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Terlahir menjadi anak nomer 2 dari 3 bersaudara membuatnya berpikir untuk membantu orang tuanya. Hanya saja kondisi pisik yang tak memungkinkan untuk melakukan usaha supaya apa yang dia inginkan menjadi sebuah kenyataan. Namun akhirnya 14 bulan yang lalu, kesempatan kerja itu datang juga setelah melewati perjuangan yang cukup panjang.

 

Begitu juga dengan Mardiana (34), wanita asal Peresak Kecamatan Batu Kliang ini mendapat kesempatan yang sama dengan Veny untuk sama sama maju melalui usaha pengolahan libah plastik di kota Mataram. Mardiana menyusul Veny setelah dua bulan kerja di Mataram. Mereka selalu kompak seperti dua bersaudara, karena kondisi pisik mereka hampir sama, yaitu terlahir kerdil.

 

Mardiana adalah anak paling kecil dari tiga bersaudara. Kakak kakaknya sebenarnya tak menginginkan Mardiana keluar dari rumah mengingat kondisi pisiknya itu. Tetapi dengan tekad dan keinginan yang kuat untuk hidup mandiri Mardiana tak putus asa untuk terus meminta ijin supaya di beri kesempatan mencari pengalaman di luar rumah. Terlebih Mardiana di Bantu oleh Samsul Hadi memberikan edukasi ke keluarganya.

Sekarang Mardiana, Jahiriyah dan Veny Lestari sudah merasa nyaman bekerja di pengolahan limbah plstik yang di kelola oleh Ibu Aisyah Khodist, yang berlokasi di kebun Lelang Ampenan Mataram. Mereka bersama teman temanya sesama Difabel yang lainnya akan terus mengembangkan dirinya untuk masa depan mereka sendiri melalui kerajinan pengolahan lobah palstik ini. (ws)