Kebutuhan Difabel akan alat bantu akses mobiltas di Nusa Tenggara Barat ( NTB ) sangat mendesak untuk memperlancar aktifitas mereka baik yang sudah mandiri untuk berbaur dengan masyarakat maupun untuk pergi ke sekolah. Pemerintah mau tak mau harus lebih memperhatikan akan kebutuhan mereka ini karena alat bantu berupa kusri roda tongkat ketiak dan lain lainya itu adalah bagian dari kebutuhan pokok mereka.

 

Pengadaan alat alat bantu untuk Difabel oleh pemerintah daerah yaitu dinas sosial selama ini masih sangat minim sekali. Bahkan kalaupun ada, mereka masih memberikan alat bantu yang sangat standar bahkan tak memadai sesuai kebutuhan mereka sehingga tak jarang kursi roda yang di salurkan hanya sebagai barang yang tak berpungsi sama sekali. Untuk kursi roda mereka masih memberi kursi roda standar rumah sakit yang selama ini oleh rumah sakit sendiri kursi roda tersebut di pakai untuk alat transfer buat pasien yang tak bisa berjalan.

 

Deny Irawan adalah seorang bocah yang terkena Celebral Palsy sejak bayi sangat membutuhkan alat bantu kursi roda untuk kesekolah. Laki laki kelahiran 2007 ini sekarang duduk di bangku sekolah dasar kelas 2 SD. Dia sehari hari harus di dorong oleh orang tuanya menggunakan kursi roda butut pemberian pemerintah yang sangat tidak sesuai kebutuhannya. Kursi itu sangat menyiksanya karena sama sekali tak bisa di pakai secara mandiri. Dan kursi rodanyapun sudah rusak karena kursi roda tersebut sudah berusia 3 tahun dan sama sekali belum pernah di perbaiki lantaran keluarga Deny Irawan yang hidup di bawah garis kemiskinan.

 

Deny kecil yang berasal dari Batu Rimpang Utara Desa Jembatan Kembar, Lembar Lombok Barat ini sangat berharap mendapatkan bantuan kursi roda yang layak supaya kegiatan belajarnya semakin lancar. hal itu dia ungkapkan ketika salah satu tim koordinator Endri’s Faoundation lombok barat datang mengunjunginya. Pak Suryawan yang menjadi koordinator EF lombok barat dan sekaligus Bahbinkamtibmas desa jakem jembatan kembar ini tak berani memberikan harapan buat keluarga Deny Irawan karena untuk memenuhi keinginan dia membutuhkan banyak biaya untuk mendapatkan kursi roda yang khusus supaya Deny Irawan merasa nyaman beraktifitas di sekolahnya maupun di rumahnya.

 

Niar Kartika sebagai yang bekerja di bagian pemeberdayaan Difabel di Team Divisi Difabel yayasan Endri’s Faundation akan mencoba mencarikan kursi roda yang layak sesuai kebutuhan Deny Irawan karena Niar Kartika sangat senang melihat semangat belajar Deny Irawan. (WS)