Hidup di hari tua memang sangat menyakitkan bagi orang tua yang tak memiliki anak atau keluarga yang mengurusnya. Namun alangkahnya mirisnya jika masih ada orang tua yang hidupnya tak terurus tak ada yang menjaga dia di saat sakit padahal ada anak anaknya yang masih sehat yang bisa menjaga dia dan mengurusnya setiap saat. Itulah yang di alami oleh pak Muksan salah satu warga Presak Timur Desa Pagutan kota Mataram. Dia hanya terbaring lemah karena terkena struk di sebuah dipan yang terletak di ruangan ukuran 3 kali 2 meter.

 

Pak muksan sudah 1 tahun terakhir ini mengalami struk yang membuatnya hanya bisa hidup di atas tempat tidurnya tak mampu lagi untuk keluar dari rumahnya. Sehari hari sisa hidupnya hanya di temani oleh anak gadisnya yang  mengalami kelainan mental. Rahma 36 tahun adalah anak satu satunya yang belum menikah.

Anak pak muksan berjumlah lima orang dan sudah menikah semuanya. Mereka tinggal bersama keluarga masing masing sehingga kurang bisa memantau kondisi orang tuanya. Sementara pak muksan sehari hari sangat membutuhkan bantuan orang lain baik itu untuk makan atau untuk minum. Sedangkan Rahma sangat tak mungkin untuk mengurus dirinya.

 

Beberapa hari yang lalu salah satu tim EF, giani sempat mengunjungi pak muksan untuk melihat langsung keadaanya. Setelah melakukan assesment untuk pelayanan kursi roda, pak muksan kembali di kunjungi tanggal 21 februari 2018 untuk di bawakan kursi roda yang sangat di butuhkannya.

 

Sempat pak muksan merasa takut melihat tim EF yang membawa kursi roda karena trauma di kira akan di bawa ke rumah sakit. Terlihat sekali wajah rentanya yang memelas supaya nggak di bawa. Setelah tim EF memberi penjelasan barulah pak Muksan mau untuk di dudukan di kursi rodanya yang baru. Terhiat sekali perubahan dari wajahnya. Terpancar sedikit kelegaan bahwa dia nggak di bawa ke rumah sakit. (WS)