Konser dengan tema Gerakan Musik Peduli Kemanusiaan bersama beberapa lembaga dan komunitas yang di gagas oleh Jhon Kursi Roda untuk membantu teman teman Difabel yang bernaung di yayasan Lombok Disabilitas Bersaudara ( LODISRA ) berjalan lancar. Acara yang di adakan di simpang tiga gegutu ini bukan hanya sekedar mecari donasi tetapi sebagai ajang buat memperkenalkan yayasan LODISRA yang baru terbentuk secara legalitas bulan januari 2018 lalu.

 

Konser kemanusiaan bersama Difabel ini jiga di hadiri oleh teman teman Difabel pengguna sepeda motor roda tiga dari berbagai kabupaten seperti Lombok Timur, Lombok tengah, Lombok barat Dan Kota madya mataram. Mereka hadir untuk mensuport acara ini sebagai bentuk rasa silodaritas dan rasa syukur merka terhadap perhatian dari berbagai komunitas sosial yang ada di Lombok NTB ini atas kepedulian mereka derhadap para Difabel.

 

Sebagai penggagas, Jhon Kusri Roda bergandeng tangan dengan para pemain Acustik di tim Pesva Serta pemain Organ tuna netra sebagai pengiring. Herwin yang punya keterbatasan dengan pengelihatannya dan polio ini sangat piawai memainkan stik stik organnya mengiringi suara Jhon Kusri roda yang sudah terkenal di Bumi NTB. Sementara tim komunitas yang lain membantu membawa kotak kotak donasi yang di siapkan.

 

Tim Vespa yang di komando oleh ketuanya Andi Mulyadi Amd.RO turus semua mensuksekan acara konser amal ini di bantu oleh komunitas yang lain. Dalam acara ini berbaur para komunitas tanpa ada sekat untuk membantu sesama. Sebagai komunitas kemanusiaan mereka kompak saling membantu satu sama lainya. Ini untuk menunjukan bahwa mereka sama dengan tujuan yang sama pula yaitu membantu sesama melalui kegiatan kemanusiaan.

 

Kedepanya pihak komunitas Vespa dan komunitas yang lainnya akan terus mendorong secara moril kegiatan kegiatan yang akan di lakukan oleh Yayasan LODISRA sebagai bentuk kepedulian antar sesama yang selama ini di anggap sebagai orang orang yang tidak punya kemampuan. Begitu juga dengan komunitas yang lainya seperti Pisak Bersatu pimpinan Salim Budi Utomo dan komunitas Rekan NTB yang di komando oleh Ulul Azmi. Semua komunitas yang hadir punya komitmen untuk membantu Yayasan Difabel LODISRA.

 

Malam Itu walau sempat gerimis, para peserta penggalangan dana tetap ceria melakukan penggalangan dana di iringi oleh suara khasnya jhon Kursi Roda dan di selingi oleh lagu lagu rege Khas anak anak Vespa. Komunitas Vespa yang selama ini di anggap komunitas urakan dan suka minum dan mabuk mabukan malam itu jauh berbeda dari pandangan kita selama ini. Mereka menunjukan bahwa penampilan bukanlah suatu hal yang harus di persoalkan dan imej imej seperti itu adalah pandangan yang datang dari orang yang melihat komunitas Pesva hanya dari luarnya saja.

 

Dalam kegiatan sosial di tengah tengah masyarakat, komunitas Pesva NTB sudah tak bisa di ragukan lagi. Di manapun ada masalah kemanusiaan mereka pasti ada dan datang untuk membantu. Komunitas Pesva tak mau larut dengan anggapan anggapan miring dari sebagian masyarakat. Mereka terus konsisten membangun pemikiran pemikiran positif sebagian masyarakat melalui kegiatan kegiatan sosial supaya masyarakat sadar bahwa komunitas Pesva NTB itu beda dari komunitas yang ada di luar NTB ini.

 

Kedepanya Komunitas Pesva berharap teman teman LODISRA bisa menjadi payung pembinaan buat para Difabel yang ada di Lombok ini dan khususnya Difabel yang ada di NTB. Maka dari itu Andi Mulyadi sebagai ketua Pesva NTB sangat berharap supaya LODISRA tetap membangun kuminikasi komunikasi dengan lembaga atau komunitas sosial yang ada di Lombok ini supaya bisa saling bersinergi membantu para Difabel yang selama ini butuh naungan dari lebaga Difabel yang mengerti dan paham akan kebutuhan sesama Difabel. (WS)