Lombok Difabel Bersaudara adalah sebuah Yayasan yang baru terbentuk di akhir tahun 2017 dan resmi mendapatkan Akta Notaris kelembagaan pada bulan januari 2018 kemarin. Yayasan yang berawal dari sebuah komunitas olah raga, yaitu Lombok Adil Sport ( LAS ) ini walaupun belum seumur jagung sudah mulai menampakan geliatan kegiatanya secara berlahan lahan.

 

Berawal dari sebuah acara jalan santai yang di adakan oleh Lembaga Amil Zakat beberapa minggu yang lalu, LAS menunjukan kekompakan mereka yang ikut andil dalam kegiatan tersebut. Ada 50 Difabel pengguna kursi roda dari berbagai daerah seperti lombok timur, lombok tengah, dan lombok barat kompak hadir tanpa di sediakan transport. Mereka datang atas kemauan mereka sendiri atas kesadaran kebersamaan.

 

Dalam hal sponsor yang memberikan mereka tiket sebagai pesrta kegiatan tersebut, mereka mendapatkannya dari Lembaga yang perduli dengan Difabel seperti DASI NTB dan PISAK BERSATU. Ini karena mereka terus melakukan komunikasi antar lembaga baik yang bergerak di bidang Difabel seperti Yayasan Endri’s Foundation atau yang bergerak di bidang keagamaan seperti Pisak bersatu. Dalam komunikasi komunikasi yang mereka lakukan tak lupa mereka terus menggaungkan hak hak difabel dalam bersosial masyarakat.

 

Hari ini tanggal 9 Januari 2018, mereka melakukan pertemuan dengan Yayasan Harapan  Baru Lombok ( HBL ) pimpinan Akhmad Noor yang berlokasi di gunung sari Lombok Barat. Yayasan HBL  yang di gagas oleh Mr. Nick Rensink, Bule Warga Negara Belanda yang sudah menikah dengan seorang warga lombok ini sama sama punya komitmen dengan LODISRA untuk memajukan Difabel terutama dalam bidang kemandirian dalam bentuk pelatihan pelatihan supaya Difabel bisa mempunya penghasilan yang memadai.

HBL walau baru bergerak selama dua tahun yaitu sejak tahun 2016 lalu, tapi mereka sudah mempunyai 45 Usaha Kecil Menengah (UKM) dampingan yang keseluruhanya di kelola oleh Difabel-Difabel miskin yang tersebar di 2 kecamatan. Sebagai lembaga sosial yang baru bergerak ini adalah keberhasilan yang sangat luar biasa yang di lakukan oleh HBL. Dan hal inilah yang akan mereka lakukan kedepanya bekerja sama dengan LODISRA atau Yayasan Lombok Difabel Bersaudara pimpinan Abdul Azis.

 

LODISRA bukan hanya melakukan pembicaraan mengenai kemandirian Difabel ini kepada HBL, pada hari yang sama mereka juga melakukan komunikasi dengan sebuah lembaga sosial yang lainnya yaitu AKSI CEPAT TANGGAP atau biasa di sebut ACT NTB. Mereka di jumpai oleh salah satu staf ACT yaitu Romi yang sejak awal tertarik mengenai kegiatan kegiatan yang di lakukan oleh LODISRA ini. Bahkan dalam acara jalan santai di Lombok Tengah yang akan di laksanakan tanggal 23 Februari nanti, ACT siap menjadi seponsor mereka.

 

ACT juga berkomitmen untuk membantu LODISRA dalam kegiatan kegiatan pembinaan Difabel kedepanya terutama di bidang keterampilan dan Usaha Kecil Menengah UKM. Bahkan ACT dalam watu dekat ini akan membikin sebuah terobosan untuk kemandirian difabel yaitu kerja sama pemasaran hasil karya para Difabel. Dan ini semua bisa di komunikasikan karena keterlibatan Divisi Difabel Yayasan Endri’s Foundation yang melakukan Loby Loby ke ACT maupun HBL untuk memperkenalkan Lodisra supaya bisa melakukan kerja sama dalam berbagai bidang yang menyangkut kemandirian Difabel. (WS)