Saimah ( 37 tahun ) sudah delapan tahun terbaring di tempat tidur tanpa bisa ke mana mana. Perempuan paruh baya beranak 3 ini mengalami kelumpuhan sejak tahun 2009 yang lalu. Kala itu dia baru saja melahirkan anaknya yang nomer dua. Dengan keadaan yang lumpuh Sainah sempat hamil dan melahirkan anaknya yang ketiga beberapa tahun yang lalu. Hal ini membuat penyakit Saimah semakin parah.

 

Keseharian Saimah di habiskan tempat tidur dan hanya bisa terbaring. Lututnya yang kaku tak bisa di luruskan. Kalau ke kamar mandi dia harus di gendong oleh suaminya yang selama ini dengan setia merawatnya. Sementara anak anaknya masih kecil dan yang terakhir baru berusia 3 tahun.

Beberapa hari yang lalu Khuldie, salah satu team Yayasan Endris Foundation cabang gerung mengunjunginya bersama Divisi Difabel untuk melakukan assesment pengukuran kursi roda dan mengecek kesehatan Saimah. Bersamaan dengan itu juga Team Endris Foundation mebawakannya sembakau untuk keperluan dia sehari hari.

 

Setelah menunggu 4 hari akhirnya Saimah mendapatkan bantuan kursi roda sebagai alat bantu akses dia ke kamar mandi dan untuk berjemur supaya kondisinya yang saat ini kurus dan kekurangan darah bisa kembali membaik. Ini adalah bantuan yang pertama kali di terima oleh Saimah selama dia terbaring delapan tahun yang lalu. Sementara pihak pemerintah Lombok Tengah sama sekali tak pernah memperhatikanya.

Poto : Saimah

 

Saat Team Endris Foundation 08/01/2018 yaitu Niar Kartika datang membawakan dia kursi roda, saimah langsung tersenyum gembira. Bulir bulir air matanya tak kuasa dia tahan. Saimah yang selama ini hanya bisa melihat isi ruang tamu yang selama ini dia jadikan tempat tidur langsung minta di bawa keluar dan duduk di teras dengan kursi roda barunya. Hanya puji syukur yang dia sampaikan sebagai ucapan rasa senangnya mendapatkan perhatian dari Yayasan Endris Foundation. ( WS )