Pemerintah daerah (kabupaten) harus lebih serius lagi memperhatikan kebutuhan para Difabel terutama mengenai bantuan alat bantu akses seperti Tongkat ketiak,Kursi roda dan lain lain. TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan ) harus lebih aktif mendata masyarakat ODK ( orang Dengan kecacatan ) di daerah masing masing. Karena masih banyak masyarakat Difabel yang di pelosok pelosok desa yang belum tersentuh sama sekali dengan segaja jenis bantuan yang di laksanakan oleh Dinas Sosial sebagai penanggung jawab utama masalah ODK ini.

Team Endris Foundation atas laporan masyarakat mengenai keberadaan ODK di kecamatan Pujut Desa Tanak Awu, Divisi Difabel langsung menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan Assesment dan kunjungan untuk memastikan kebutuhan ODK tersebut. Berdasarkan pantauan Team Endris foundation, mereka para ODK yang berada di wilayah tersebut sama sekali belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah Lombok Tengah.

 

Para keluarga ODK yang rata rata hidup di bawah garis kemiskinan amat sulit sekali memenuhi kebutuhan anak anaknya yang berkebutuhan khusus ini lantaran masih kurang paham dengan kebutuhan anaknya dan juga masalah ekonomi yang tak mendukung sehingga harapan mereka hanya menunggu kedatangan pemerintah ( dinsos ) selaku instansi yang lebih paham mengenai ODK seperti anak anak mereka.

 

Seperti keluarga Biaq Nurmili dan lalu safarudin misalnya, warga tanak awu desa tanak awu ini kecamatan pujut ini sama sekali belum pernah di sambangi oleh instansi terkain walau sekedar mendata sekalipun. Terlebih Baiq Nurmili yang termasik ODKB ( orang dengan kecacatan berat ) yang seharusnya mendapatkan dana stimulan dari kementrian sosial berupa dana bantuan ekonomi untuk menopang kehidupan keluarga mereka yang memang masih di bawah garis kemiskinan. Tetapi mereka sama sekali belum tersentuh.

 

Domisisli Baiq Nurmili dan Lalu Safarudin yang hanya beberapa ratus meter dari Bandara LIA ( Lombok Internatioan Airport ) ternyata tak berdampak dengan kehidupan mereka terutama mengenai perhatian pemerintah kabupaten lombok tengah dalam hal ini Dinas Sosial. Kehidupan mereka masih jauh bertolak belakang dengan kemegahan bangunan Bandara yang sebagai Icon dan pintu gerbang Nusa Tenggara Barat ini. (ws)