Masih minimnya bantuan alat bantu aksesbilitas buat masyarakat Difabel di Nusa Tenggara Barat ( NTB ) masih menjadi keluahan para pegiat sosial terutama tongkat ketiak maupun kursi roda. Khususnya buat kursi roda yang layak pakai masih sangat minim bahkan boleh di bilang tidak ada sama sekali.

 

Selama ini pemerintah daerah dalam hal ini Dinas sosial Provinsi tidak pernah memperhatikan kelayakan kursi roda yang di berikan ke para difabel. Program bantuan alat bantu akses ( Kursi Roda ) yang di berikan ke masyarakat terkesan hanya asal asalan tanpa mempertimbangkan kelayakan buat pengguna. Maka tidak heran kalau banyak kursi roda yang di salurkan oleh pemerintah hanya menjadi pajangan di pojok ruangan karena memang tak bisa di pakai.

Endri,s Foundation Bekerja sama dengan yayasan Puspadi Bali mencoba mengurai permasalah kelayakan tersebut dengan memberikan pelayanan Assesment dan penyerahan bantuan kursi roda yang layak buat Difabel sesuai kebutuhanya. Program yang sudah mulai di lakukan sejak tahun 2012 ini kembali di terapkan buat masyarakat NTB khususnya pulau lombok.

 

Program ini sempat tersendat 2 tahun terakhir ini karena tak adanya dukungan dari pemerintah Nusa Tenggara Barat sebagai penanggung jawab terhadap masyarakat berkebutuhan khusus ( ODK ). Dan sejak akhir tahun 2017 pihak Puspadi Bali melalui Salah satu Provider tenaga Assesment nya yaitu Lalu Wisnu Pradipta menginstruksikan untuk memulai melakukan pengukuran ( asesment ) kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Di sisi yang lain pihak Yayasan Endri,s Foundation tak tinggal diam melihat ketimpangan kebutuhan alat bantu akses berupa kursi roda ini. Endri,s Foundation mencoba maminilisir permasalahan tersebut dengan memberikan pelayanan kursi roda ini sedekat mungkin dengan kelayakan yang masyarakat butuhkan.

Selasa 30 januari 2018, Team Difabel Yayasan endri,s Foundation meberikan bantuan kepada Hilal Haqy ( 4 Tahun ) asal Gegutu Desa Kekeri Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat sebuah kursi roda adaptif sesuai kebutuhanya dan Baiq Siti Aminah Asal Gerunung kecamatan Praya Lombok tengah. Mereka juga melakukan Assesment kepada dua orang ODK yaitu Lalu Safarudin ( 18 Tahun ) dan Baiq Nurmili ( 35 Tahun ) ke Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut , Lombok Tengah.

Niar Kartika sebagai pendamping sekaligus relawan team Endri’s Foundation tersebut, mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah kecamatan yang sama sekali tak mengetahui keberadaan warganya yang membutuhkan bantuan alat akses ini. “ bisa jadi ini kelalaian dari pihak Tenaga Kesejahteraan sosial Kecamatan ( TKSK ) yang tak pernah melakukan pendataan mengenai keberadaan masyarakat yang menjadi salah satu yanggung jawabnya makanya pihak Dinas Sosial Kabupaten tidak tau keberadaanya. Pihak sisoal Lombok Tengah pro aktif kok kepada keadaan difabel “ katanya. (ws)