Sore itu adalah sore yang di nanti nantikan oleh Lalu Ahmmad sejak 13 tahun yang lalu. Laki laki yang di asuh oleh neneknya sejak orang tuanya berpisah ini tersenyum bahagia melihat kedatangan beberapa orang Team Endri’s Foundation yang membawa sebuah kursi roda dan beberapa kebutuhan pokok sehari harinya berupa sembako. Senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya yang penuh rasa gembisa.

 

Lalu Ahmmad Tinggal di sebuah pelosok desa di ujung selatan kabupaten Lombok Tengah. Dusun Troke Desa Mekar Sari jaraknya memang cukup jauh dari pusat kota lombok tengah yaitu peraya. Untuk menjangkaunya harus melewati tanjakan dan turunan yang cukup panjang. Perjalanan ke daerah yang masuk ke kecamatan Praya Barat ini bisa di tempuh dari praya sekitar satu jam lebih.

 

Tiga belas tahun yang lalu Ahmmad terlahir dengan kondisi Celebral Palsi (CP). Tubuhnya yang kaku dan suka terkejut seperti kejang ini membuat dia tak bisa kemana mana. Sehari hari hanya di habiskan di dalam kamar bersama neneknya yang sudah renta. Sementara ibunya merantau ke malaysia tanpa kabar sejak beberapa tahun yang lalu. Sedangkan bapaknya tak pernah menjenguknya sejak berpisah dengan ibunya.

 

Nenek Janipah hanya bisa pasrah melihat kondisi cucunya yang sangat memprihatinkan. Sehari hari nenek Janipah yang seorang pedagang asongan ini hanya bisa berdoa semoga ada bantuan kursi roda buat cucunya supaya bisa melihat dunia luar.

Dulu pernah dua kali di bawa ke peraya oleh seorang perempuan yang bekerja di kegiatan sisial Difabel tetapi hanya di janjikan. Hampir 3 tahun menunggu tapi tak kunjung datang. Padahal segala persyaratan sudah di berikan. Beruntung ada team Endri’s Foundation Bagian Divisi Difabel yang mengetahui keberadaan Lalu Ahmmad melalui seorang relawan Lombok Tengah yaitu Niar Kartika.

 

Setelah melakukan pengecekan masalah kondisi pisik Lalu Ahmmad, akhirnya tanggal 23 januari 2018 beberapa Team Endri’s Foundation datang membawakan kusri roda yang Lalu Ahmmad butuhkan bersama beberapa kebutuhan pokok berupa sembakau. Hanya membutuhkan tiga hari team yang di pimpin ketua Endri’s Foundation Lombok Tengah yaitu Garin Johar dan team dari kuta yaitu Diah bersama Niar Kartika Langsung mengeksekusi kebutuhan Lalu Ahmad.

 

Sejak kedatangan Team Endri’s Fundation yang membawa kursi roda, Lalu Ahmmad tak henti hentinya tersenyum dan tertawa riang. Dia langsung duduk di kursi rodanya dengan sigap tanpa bantuan dari siapapun. Begitu juga dengan neneknya Ibu Janipah tak henti hetinya mengucapkan terima kasih sebagai ungkapan rasa sukurnya. Akhirnya setelah menunggi tiga belas tahun penantian Lalu Ahmmad untuk mendapatkan Kursi roda sebagai pengganti kakinya berakhir dengan sebuah senyum gembira rasa sukur. (ws)