Laki laki muda yang bernama lengkap Raden Wira Darma Wangsa, kelahiran Dasan Tengak, 23 Agustus 1988 itu baru saja habis mengecek sebuah kursi roda adaptif yang akan di berikan oleh kepada salah satu Difabel dampingan Endris Foundation yaitu Bima ( 3 Tahun ) asal tanjung lombok utara. Dia adalah Raden Wira Darma Wangsa seorang penata anestesi instalasi bedah sentral RSUD KLU.

 

Jebolan STIKES YARSI Mataram D3 Keperawatan ini selain menjadi PNS juga sebagai salah Satu Team relawan kemanusiaan di Yayasan Endris Foundation yang bergerak di bidang sosial terutama untuk mendampingi warga yang sakit,miskin dan difabel ( cacat ). Di sela sela kesibukanya bertugas di RSUD Kabupaten Lombok Utara, wira selalu menyempatkan diri untuk berkeliling mendampingi deam relawan Endris Foundation yang lainnya sebagai tenaga medis.

“ Hidup harus bermenfaat buat orang lain “ itulah kata kata yang selalu di pegang oleh suami dari Denda Ening Purwani yang berpropesi sebagai guru PAUD Terpadu Gondang Kecamatan Gangga KLU. Ayah yang baru mempunyai satu orang putra ini walau agak kalem tapi kalau lagi melakukan aktifitasnya membantu masyarakat maka dia akan berubah menjadi laki laki yang gesit menyelesaikan pekaerjaanya.

 

Beberapa tahun yang lalu semasa masih sekolah di SMA 1 Gangga (2003-2006) Raden Wira sama sekali tak pernah berpikir akan bergelut di kegiatan sosial seperti saat ini. Perjumpaannya dengan Endri Susanto Sang pendiri Yayasan Endri Foundation inilah yang memberinya sebuah inspirasi bahwa membantu sesama itu bukan hanya dengan materi, dengan keahlian juga bisa, terlebih kegiatan Endri Foundation ini adalah mendampingi atau membantu masyarakat miskin yang sakit untuk mendapatkan perawatan di RSUD KLU Maupun di RSUP Provinsi NTB.

 

Semakin hari Raden Wira semakin menikmati kegiatanya bersama relawan relawan yang lain. Terkadang waktu luangnya di isi dengan diskusi diskusi ringan bersama team yang lainya supaya bagaimana kedepanya masyarakat miskin yang sakit bisa mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal di RSUD tempat dia mengabdi.

Raden Wira yang pernah mengikuti pelatihan laparoskopi oklusi di RSUP NTB (2011) dan pelatihan anestesi di RSUP Sanglah Denpasar BALI pada tahun 2012 ini sangat berharap tak ada lagi masyarakat miskin yang tak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan alasan apapun “terlalu banyak masyarakat kita yg miskin sakit dan difable yg jarang sekali dapat perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat.Tanpa kita memperhatikan mereka sama saja artinya kita membunuh mereka pelan-pelan “ jelas Raden wira .

 

Kedepannya buat  pemerintah terkait baik daerah maupun Pusat,seperti Dinas kesehatan, pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih berpihak kepada masyarakat miskin yang sakit dan tidak terurus karena akses mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun kehidupan yang layak sangat sulit. Terlebih buat anak anak yang berkebutuhan khusus (Difable).” Lanjutnya. “ kami sangat berharap instansi terkait juga bersinergi dengan lembaga lembaga yang  pro aktif dalam kegiatan sosial untuk meringankan beban mereka “ sambungnya. ( WS )