Komunitas Hunanity Off Brother atau biasa mereka di panggil HOM adalah komunitas yang di gagas oleh anak anak muda yang berasal dari berbagai sekolah SMA,MA dan SMK  yang ada di kota mataram. Mereka membentuk komunitas HOB ini di dasari oleh rasa sosial mereka terhadap sesama masyarakat yang terkena musibah banjir di akhir tahun 2016 yang terjadi di kota Bima.

Pada waktu itu Jauhari Tamtowi anak SMK 3 mataram urung rembug dengan teman teman seusianya dari berbagai sekolah yang ada di mataram untuk melakukan penggalangan dana dalam bentuk mengumpulkan baju baju bekas layak pakai dan berbagai keperluan para pengungsi musibah banjir kota bima. Mereka terkadang harus ngamen di lampu merah untuk mengumpulkan dana bantuan.

 

Sejak tahun 2016, Jauhari yang saat ini menimba ilmu di Institut Tekhnologi Nasional Malang jurusan Geodesi bersama teman temanya di komunitas HOB sudah sering melakukan aksi untuk membantu para pengungsi musibah/bencana seperti bencana erupsi gunung agung Bali dan bencana banjir yang terjadi baru baru ini di Lombok Timur.

 

Akhir akhir ini komunitas HOB bersama Yayasan Endri’s Foundation mulai bekerja sama untuk melakukan penyantunan bagi pasien pasien yang terkena kanker dan orang tua miskin. HOB yang di gawangi oleh Jauhari bersama Tegar Dwiputra yang saat ini menimba ilmu di Politehnik pariwisata dan Rawindy aulia hapsari yang juga lagi kuliah di Universitas Mataram jurusan pendidkan biologi. Walau saat ini mereka sudah teripisahkan oeh jarak yang jauh karena terpaksa menimba ilmu di luar daerah, mereka tetap melakukan kegiatan sesuai kemampuan mereka dan selama ini mereka selalau berkomunikasi via Facebook (FB)  maupun Whatshap (WA).

Humanity Off Brother

Endri Susanto sebagai pendiri Yayasan Endri’s Foundation sangat banggga dan senang melihat anak anak muda yang menyibukan diri dengan kegiatan kegiatan sosial seperti yang di lakukan oleh HOB. Ini sesuai dengan harapan dari Endri susanto sebelum mendirikan yayasan EF yaitu bagaimana supaya yayasan yang beliau dirikan ini bisa menjadi nspirasi buat orang lain supaya sama sama perduli dengan orang lain. “ Semakin banyak yayasan yang bergerak untuk membantu orang yang sakit, Difabel ( cacat ) dan miskin, maka itu akan bagus untuk NTB kedepanya. Bahkan bila perlu biar daerah luar juga bisa meniru langkah langkah kita kedepanya “ papar Endri Pada mereka.

 

Sebagai ketua HOB Jauhari Tantowi berharap kedepanya komunitas ini tetap berjalan sebagaimana mestinya walaupun mereka saat ini menimba ilmu di tempat yang berbeda dan kota yang berbeda juga. “ Jarak tak membatasi kita melakukan kebaikan. Sekarang jaman sudah canggih. Komunikasi bisa di lakukan kapan dan di mana saja” kata jauhari merasa optimis kalau HOB akan berkembang sebagai wadah para pemuda untuk mengembakan jiwa jiwa sosialnya.