Muhammad Khuldi pembina Pramuka di SMP 2 Kecamatan Gerung bersama beberapa temanya yang juga aktip di organisasi kepanduan ini sejak akhir akhir ini aktif melakukan gerakan sosial berupa penggalangan dana buat masyarakat yang sakit dan juga masyarakat yang daerahnya terkena musibah. Dia bersama beberapa temanya seperti Edy Zulkaranen pembina pramuka MA Nurul Huda Tampos, Agus Supriadi pembina sekaligus guru honorer di SDN 5 Babusalan dan Taisir pembina di MTs NW Dasan Tapen. Mereka terus melakukan gerakan pembagian tongkat buat manula dan melakukan pelayanan bantuan kursi roda buat para difabel.

 

Gerakan yang mereka lakukan ini sejak terjadinya musibah banjir di lombok timur dan musibah erupsi Gunung Agung Bali sampai sekarang terus tetap menjalin kerja sama dengan rekan rekanya yang lain untuk bersatu padu membatu masyarakat sekitar. Terkadang dia mengajak juga para muridnya melakukan aksi penggalangan dana baik itu secara iuran maupun dengan cara turun ke masyarakat yang mempunyai rejeki lebih untuk mengajak mereka berbagi kepada masyarakat yang yang terkena musibah.

 

Seperti rabo sore 17/01 dia bersama teman temanya sesama pembina pramuka melakukan kegiatan sosial di desa babusalam dalam bentuk pemberian kursi roda kepada Amaq amat yang mempunya kelainan tulang dan kelainan tubuh ( Pendek ) sejak lahir. Amaq amat yang dulunya seorang seniman Legong ( kesenian khas lombok ) mereka jumpai beberapa minggu yang lalu dalam keadaan berjalan dengan cara menopang tubuhnya dengan cerigen bekas. Melihat hal tersebut Khuldi langsung melakukan kordinasi dan musyawarah bersama teman temanya melakukan penggalangan dana buat biaya pembelian kursi roda. Tetapi Edris Foundation Divisi Difabel yang mengetahui hal tersebut segera meresponnya dengan memebrikan bantuan kursi roda.

 

Tidak hanya di situ, selesai memberikan bantuan kepada Amaq Amat, mereka langsung bergerak ke Dusun Pelambu Desa kuripan untuk mengantarka salah satu warga yang membutuhkan tongkat tunanetra. Di sana sudah menunggu Inaq Turiani seorang tuna netra yang sudah berusia Uzur. Mereka bersama teamnya melakukan kegiatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai sesama umat yang sama sama saling membutuhkan.

Selain bergerak dengan wadah organisasi kepanduanya, Khuldi dan teman temanya ini tak jarang berkalaborasi dengan lembaga lain seperti Murad Foundation dan Endri’s Foundation dalam melakukan aksi sosialnya. “ bersama kita bisa bang. Lebih seru kalau kita keroyokan “ katanya sambil becanda. “ Bahkan kami siap kerja sama dengan siapapun, karena kami sadar bahwa kegiatan seperti ini butuh kerja sama dengan semua pihak terutama pemerintah desa yang paling dekat dengan masyarakat yang kita bantu “ sambungnya.

 

kami masih banyak belajar dari abang abang kami yang terlebih dahulu bergerak di bidang sosial ini “ sambung Edy Zulkaranen. Laki laki yang saat ini menjadi honorer di SD 5 Babusalam yang lagi kuliah di IKIP mataram smester 8 ( akhir ) ini memang selalu bersama khuldi dan Agus Supriadi. Mereka seperti tiga serangka yang selalu seiring sejalan dalam kegiatan sosial yang mereka geluti.

 

Kami sangat berharap kedepanya pihak desa maupun warga yang mempunyai kelebihan rejekinya bisa bersama sama memperhatikan masyarakat miskin dan sakit di desa babusalam ini “ harap mereka. (WS)