Theo Pardi Ketua Koordinator Endri Foundation Aiq Meneng lombok tengah dengan khas humorisnya menyapa bapak Sirojudin dengan harapan agar suasana pilu yang tengah dialaminya sedikit berkurang.

 

Setiba Tim Endri Foundation di Rumah bapak Sirojudin, suasana rumah sepi seakan tak berpenghuni, pasalnya isteri tercinta pak sirojudin sedang keluar mencari nafkah. Tapi Tim tetap memutuskan untuk mencarinya.

 

Salam disertai ketukan pintu pun terdengar oleh si bapak yang pada akhirnya pintu yang memang jarang dikunci pun terbuka, disitu terlihatlah bapak sirojudin sedang terbaring istirahat sembari menunggu sang isteri pulang.

 

Tongkat bambu yang dulu sempat saya ceritakan masih setia menemaninya. Pak Siroj terbangun dan langsung berusaha merapikan selimut agar ada tempat kami duduk disampingnya.

 

Pak Theo kembali mengajaknya sedikit berbincang terkait berapa lama pak tersebut mengalami penderitaan tersebut.

 

Singkat cerita, Tim menyerahkan tongkat buta dari Yayasan Endri’s Foundation. Pak theo dengan gaya khasnya menyapa dan bercengkrama dengan orang yang lebih tua darinya menuntuntun si bapak menggunakan tongkat tersebut.

 

Mulai dari membuka hingga melipatnya kembali, bahkan pak theo sempat meminta agar tongkat tersebut dijaga dan dirawat layaknya keluarga baru si bapak sirojudin.

 

Setelah itu kami pun berpamitan dengan meminta Muna’im Bendahara Desa Durian yang ikut menani tim menyerahkan Tongkat itu. ( Shi)