Empat tahun yang lalu Munawar Haris pertama kali menginjakan kakinya ke Solo untuk mengikuti pendidikan singkat ( Diklat ) di BBRSBD Solo di bagian percetaan. Sebelum itu munawar pernah mengikuti pelatihan di yayasan Mahatmiya Tabanan Bali mengambil jurusan Desain Grafis selama 2 tahun.

 

Anak Pertama dari empat bersaudara pasangan Pak Marsah dan Ibu Maimunah ini memang tak pernah menyerah untuk mencari harapan baru supaya bisa mandiri dalam menghadapi masa depanya. Itulah sebabnya munawar terus merantau dan merantau untuk menempa dan mencoba mencari apa yang kira kira sesuai dengan dirinya yang ada waktu itu masih berusia 19 tahun dan punya semangat yang luar biasa.

Saat menempuh pendidikan di BBRSBD Solo, secara tak sengaja munawar di ajak oleh temannya bermain ke lokasi latihan Cabang olah raga renang NPC Jawa Barat. Karena desakan teman munawar mencoba mengikuti latihan selama dua hari bersama teman temanya yang lain. Melihat talenta munawar yang mempunya skil tersendiri di gaya dada, pihak pelatih CABOR renang NPC Jawa Barat Menyarankan untuk mewakili NPC NTB dalam Even Kejurnas Solo tahun 2015 tetapi pihak NPC NTB malah tak percaya sehingga munawar terpaksa mewakili Jawa Barat.

 

Dalam debut pertamanya mewakili Jawa Barat  di even kejurnas di Solo, munawar tak tanggung tanggung langsung menyabet dua mendali emas di 100 meter dan 50 meter gaya dada bahkan kedua duanya memecahkan rekor. Dari sinilah awal dari kesuksesan Munawar Haris yang hanya jebolan SMA ini untuk menggeletui bidang olah raga sebagai usaha kemandirianya dalam menghadapi masa depanya. Sejak tahun 2015 sampai sekarang Munawar Haris selalu mempersembahkan mendali dengan hasil yang terbaik buat Jawa Barat. Sekarang  munawar lagi menunggu panggilan untuk masuk di Platnas Paragems ( Sea Gems Difabel ) dan persiapa Poprov 2018 yang akan di laksanakan di Jawa Barat.

Selama mewakili Jawa Barat, munawar masih menaruh harapan dari NPC NTB untuk berbenah terutama untuk membina dan mencari bakat bakat baru supaya bisa mewakili NTB di kencah Nasional Maupun International. “ saya lihat NPC selama ini kurang peduli dengan atlet atlet muda, mereka masih mencari atlit dari sisilah teman dan kerabat “ katanya munawar. “ begitu juga dengan Dikpora belum saya lihat begtu inten membina atlet difabel baik itu dalam bentuk pelatihan maupun even even di tingkat daerah “ sambungnya.