Sudah dua hari team Endri’s Fundation Divisi Difabel melakukan perjalanan di pulau sumbawa untuk melakukan pendataan Difabel yang membutuhkan alat aksesbilitas Pendataan ini sekaligus untuk mengetahui sejauh aman pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan hak hak Difabel terutama mengenai hak mereka untuk mendapatkan alat bantu aksesbilitas seperti kursi roda, tongkat dan lain lain. Kegiatan ini juga untuk mengetahui sejauh mana para Difabel mendapatkan pendidikan secara pormal terutama difabel yang berada di pelosok seperti di daerah perbatasan antara KSB dan Sumbawa.

Diana Agus Sensi adalah salah satu Difabel tuna daksa yang selama ini belum tersentuh pendidikan. Gadis kecil kelahiran 30 Maret 2007 yang berasal dari semangat baru desa Gontar Baru ini sangat ingin sekolah. Sementara itu ibunya diana, masiyah beralasan tidak ada yang mengantar setiap hari ke sekolah sehingga Daina tak bisa dia sekolahkan. Sedangkan dia sendiri harus mengurus anak dan suaminya karena saat ini ibu Asiyah sudah menikah lagi setelah bercerai dengan bapaknya Diana pak Lukman tujuh tahun yang lalu.

Untuk bantuan dari pemerintah Diana Agus Nensi juga belum tersentuh sama sekali baik itu bantuan dalam bentuk alat akses ataupun lainya. Jika saat ini Diana mempunyai alat bantu berupa kursi roda, itu karena bantuan dari kepala desanya yang selama ini aktif di kegiatan sosial. Ustad Arifin, kepala Desa Gontar Baru ini memang adalah seorang pegiat sosial terutama mengenai pemberdayaan anak yatim di bidang pendidikan sehingga beliau saat ini mempunyai sebuah pesantren walau sederhana yang berlokasi di tepi pantai.

Selain Diana, ada juga Mauliandre ( 10 tahun )  dari Karang pabrik yang terkena polio karena terlahir prematur dan Sriani ( 12 tahun ) dari Karang gadung penderita Celebral Palsi. Ketiga anak Difabel ini berasal dari Desa Gontar Baru Kecamatan Alas Barat.

Keluarga Diana, ibu Asiyah dan juga keluarga Mauliandre sangat mengharap anaknya mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten sumbawa terutama dinas sosial. Begitu juga dengan keluarga Sriani, Ibu Maryatun sangat menanti yang namanya bantuan dari pemerintah. “ kami selama ini sering hanya di data saja pak. Tapi bantuan belum pernah kami terima sama sekali pak “ kata ibu maryatun kepada Lalu Wisnu Pradipta, Team Endri’s Fundation Divisi Difabel yang mengujunginya. Sementara itu pihak kecamatan Alas Barat Yaitu Pak camat H. Junaidi, S.Pt  tak berada di tempat waktu di kunjungi oleh team Endri,s Fundation. “ Beliau lagi ada urusan di sumbawa “ terang Sekcamnya pak Syamsul. (ws)