Siang itu jam baru menunjukan angka 10:30. Rumah sederhana bercat oren itu sudah mulai di datangi oleh para tamu yang rata rata menggunakan sepeda motor roda tiga yang sudah di modifikasi khusus buat mereka para penyandang difabel. Ada sekitar 11 motor yang datang ke lokasi acara itu.

Saat itu Supardi Surya asal dusun proe Desa Batu Kute Narmada lombok barat, salah seorang penyandang difabel daksa menjadi tuan rumah untuk tempat berkumpulnya beberapa penyandang difabel yang datang dari berbagai daerah seperti Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Agenda mereka adalah berkumpul untuk membicarakan langkah langkah perkumpulan mereka yang mereka namai LOMBOK DIFABEL BERSAUDARA.

Adalah Abdul Azis Suhadi yang menjadi pengagas terbentuknya perkumpulan ini. Laki laki 42 tahun degan dua anak ini membuat perkumpulan ini untuk mengumpulkan para Difabel supaya terarah dalam melakukan pergerakan baik itu untuk kemandirian maupun untuk berorganisasi. Perkumpulan ini sangat di shuport oleh Endri Susanto sebagai pendiri yayasan Endri’s Foundation yang bergeral salah satunya untuk membina lembaga lembaga Difabel yang ada di pulau lombok.

Dengan adanya dukungan dari Endri’s Foundation, Abdul Azis yang lulusan S1 Fisiologi Universitas Muhamadiah Surakarta sangat berharap kedepanya perkumpulan ini bisa menjadi wadah para penyandang difabel berkarya baik itu dalam kewirasahaan atau dalam olah raga seperti yang saat ini para penyandang difabel lakukan yaitu Basket Kursi roda yang berpusat di lapangan basket Bank BRI cabang Lombok Tengah.

Lebih jauh lagi, pak Abdul Azis yang saat ini mengajar di MTs Tifakul Hidayah sangat berharap pemerintah lebih bisa lagi memperhatikan para penyandang Difabel terutama mengenai Kemandirian mereka dalam menjalani kehidupan sehari hari. Dan untuk kedepanya perkumpulan yang mereka bentuk ini akan mencoba membuat terobosan terobosan baru sebagai bentuk usaha kemandirian anggota perkumpulan mereka. ( ws )